Ingin menindaklanjuti pelanggan, tetapi CRM Anda sebenarnya hanya sistem akuntansi Anda?
Hal ini terjadi di banyak perusahaan.
Nama pelanggan, nomor telepon, faktur, catatan pembayaran, dan riwayat pembelian ada di dalam sistem akuntansi. Jadi ketika tim ingin menindaklanjuti, mereka mengekspor daftarnya. Kemudian mereka membersihkan daftarnya. Kemudian mereka mengirim pesan melalui alat lain.
Saat itu, tindak lanjutnya sudah terlambat.
- Petakan Tindak Lanjut Pelanggan Saya*
# Anda tidak terjebak karena Anda tidak menghargai pelanggan
Anda terjebak karena data akuntansi tidak sama dengan manajemen pelanggan.
Catatan akuntansi memberi tahu Anda apa yang terjadi secara finansial. Alur kerja CRM memberi tahu Anda apa yang harus terjadi selanjutnya.
Itu terkait, tapi tidak sama.
# Mengapa software akuntansi menjadi default CRM
# 01
Itu sudah memiliki catatan pelanggan
Tim menggunakan apa yang tersedia karena tidak ada CRM yang tepat.
# 02
Riwayat penjualan terasa berguna
Data pembelian sebelumnya dapat membantu tindak lanjut, namun memerlukan aturan tindakan.
# 03
Mengekspor sheet terasa normal
Ekspor manual menjadi normal hingga daftarnya terlalu besar dan waktunya menjadi terlalu lambat.
# 04
Peledakan WhatsApp terasa seperti CRM
Mengirim pesan saja tidak cukup. Bisnis masih memerlukan segmentasi, kepemilikan, status, dan tindakan selanjutnya.
# 05
Tidak ada yang melacak hasil tindak lanjutnya
Jika hasilnya tidak dicatat maka perusahaan tidak bisa mengambil pelajaran darinya.
# Jadi, pisahkan tindakan pelanggan dari catatan akuntansi
Anda masih dapat menggunakan AutoCount untuk akuntansi. Namun tindak lanjut pelanggan harus memiliki alur kerjanya sendiri.
CRM dapat terhubung ke data akuntansi, namun tidak boleh terjebak di dalam logika akuntansi.
# Apa yang termasuk dalam alur kerja CRM yang lebih baik
- Profil pelanggan
- Riwayat pembelian dan interaksi
- Kepemilikan penjualan
- Pengingat tindak lanjut
- Segmentasi pelanggan
- Riwayat kampanye atau pesan
- Status tindakan selanjutnya
- Koneksi data pelanggan AutoCount
- Persiapan tindak lanjut WhatsApp
- Dasbor penjualan
# Bagaimana kami membantu
# 01
Pahami siklus hidup pelanggan Anda
Kami memetakan bagaimana pelanggan bertanya, membeli, mengulangi, menjeda, mengeluh, atau menjadi tidak aktif.
# 02
Tentukan momen tindak lanjut
Kami memutuskan kapan sistem harus mengingatkan tim untuk bertindak.
# 03
Bangun alur kerja CRM
Kami membuat lapisan tindakan pelanggan di sekitar data bisnis Anda yang ada.
# Pertanyaan Umum
# Apakah AutoCount perlu diganti?
Tidak. AutoCount dapat tetap digunakan untuk akuntansi sementara CRM menangani tindak lanjut pelanggan.
# Bisakah CRM menggunakan data pelanggan AutoCount?
Ya, jika berguna.
# Bisakah ini terhubung ke WhatsApp?
Alur kerja dapat mempersiapkan segmen pelanggan dan tindakan pesan yang lebih baik. Integrasi yang tepat bergantung pada alat dan pengaturan yang disetujui.
# Bisakah AI membantu tindak lanjutnya?
Ya. AI dapat membantu merangkum catatan pelanggan dan menyarankan tindak lanjut, namun alur kerja CRM harus diutamakan.
# Masih belum yakin?
Itulah sebabnya langkah pertama adalah memahaminya terlebih dahulu.
- Pesan Audit Sistem*