Integrasi AutoCount CRM di Indonesia

- Jawaban singkat:* AutoCount berisi riwayat pelanggan dan penjualan yang berguna, namun tidak cukup untuk mengelola tindak lanjut pelanggan. Integrasi CRM mengubah data AutoCount menjadi segmen pelanggan, tugas tindak lanjut, kepemilikan penjualan, pengingat, dan visibilitas pemilik.
Ini untuk perusahaan yang data pelanggannya ada dalam akuntansi, namun tindakan penjualan terjadi di tempat lain.
# Mengapa data akuntansi bukan CRM
AutoCount dapat menampilkan faktur, pelanggan, pembayaran, item dan riwayat transaksi.
Itu sangat berharga.
Namun CRM memerlukan pertanyaan berbeda:
- Siapa yang harus ditindaklanjuti hari ini?
- Pelanggan mana yang berisiko tidak melakukan pemesanan ulang?
- Rekening bernilai tinggi mana yang diam?
- Tenaga penjualan manakah yang memiliki tindakan selanjutnya?
- Apa percakapan terakhirnya?
- Produk apa yang sebaiknya disarankan?
- Pelanggan mana yang tidak boleh menerima pesan yang sama seperti orang lain?
Catatan akuntansi menunjukkan apa yang terjadi. CRM akan membantu tim memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya.
# Apa yang dapat dilakukan oleh integrasi AutoCount CRM
# 1. Segmentasi pelanggan
Riwayat transaksi AutoCount dapat digunakan untuk mengelompokkan pelanggan berdasarkan terkini, frekuensi, dan nilai. Hal ini membantu tim penjualan memprioritaskan pelanggan bernilai tinggi, berisiko, berkembang, tidak aktif, dan baru.
Baca halaman pendukung: Segmentasi Pelanggan dari Data Penjualan AutoCount.
# 2. Pemicu tindak lanjut
CRM dapat membuat tugas tindak lanjut ketika pelanggan reguler belum melakukan pemesanan ulang, ketika perilaku pembayaran berubah, ketika kategori produk turun, atau ketika akun utama memerlukan perhatian.
# 3. Kepemilikan penjualan
Catatan pelanggan memerlukan pemilik, tindakan selanjutnya, catatan, dan status tindak lanjut. Tanpa kepemilikan, daftar pelanggan menjadi spreadsheet yang diekspor dan tidak ada yang benar-benar mengelolanya.
# 4. Daftar tindakan siap pakai WhatsApp
Banyak UKM Indonesia yang menindaklanjuti dengan WhatsApp. CRM harus mempersiapkan konteks pelanggan yang tepat sebelum pesan dikirim: pesanan terakhir, segmen, produk, alasan tindak lanjut, dan tugas selanjutnya.
# 5. Dasbor pemilik
Pemilik harus melihat pelanggan mana yang aktif, mana yang tergelincir, perwakilan penjualan mana yang terlambat melakukan tindak lanjut, dan kelompok pelanggan mana yang patut diperhatikan.
# Opsi integrasi
Ada beberapa cara untuk menghubungkan AutoCount dan CRM, bergantung pada cakupannya:
| Butuh | Pendekatan yang mungkin |
|---|---|
| Sinkronisasi daftar pelanggan sederhana | Ekspor/impor terkontrol atau sinkronisasi terjadwal |
| Segmentasi pelanggan | Baca riwayat transaksi dan hitung segmen |
| Alur kerja aktivitas penjualan | Lapisan alur kerja CRM atau CRM kustom |
| Persiapan tindak lanjut WhatsApp | Tugas CRM ditambah konteks pesan |
| Visibilitas pemilik | Dasbor menggabungkan data AutoCount dan CRM |
| Alur kerja penjualan/stok yang kompleks | Sistem khusus terintegrasi dengan AutoCount |
Pendekatan yang tepat bergantung pada seberapa banyak tindakan yang dibutuhkan tim penjualan, bukan hanya seberapa banyak data pelanggan yang ada.
# Kapan hal ini layak untuk dibangun
Integrasi AutoCount CRM layak untuk dicakup ketika:
- Tindak lanjut penjualan tergantung pada daftar pelanggan yang diekspor
- Pelanggan yang baik tidak akan dihubungi sampai mereka mengeluh atau berhenti membeli
- Tenaga penjualan memilih tindak lanjut berdasarkan memori
- Segmentasi pelanggan dilakukan secara manual atau tidak
- Pemilik tidak dapat melihat aktivitas penjualan dengan jelas
- Tindak lanjut WhatsApp aktif tetapi tidak terhubung dengan riwayat pelanggan
- Peluang repeat order terlewatkan
Jika perusahaan hanya memerlukan penyimpanan kontak dasar, CRM normal mungkin cukup. Jika riwayat penjualan AutoCount mendorong tindakan, integrasi menjadi lebih berguna.
# Pertanyaan Umum
# Bisakah AutoCount digunakan sebagai CRM?
Ini dapat menyimpan catatan pelanggan dan transaksi, tetapi CRM memerlukan kepemilikan tindak lanjut, pengingat, riwayat aktivitas, segmentasi, dan tindakan selanjutnya. Itu biasanya membutuhkan lapisan CRM.
# Apakah kami perlu mengganti CRM yang sudah ada?
Tidak selalu. Terkadang tugasnya adalah menghubungkan data AutoCount ke CRM yang sudah Anda gunakan. Terkadang CRM ringan khusus lebih baik jika alur kerjanya sangat spesifik.
# Bisakah ini terhubung ke WhatsApp?
CRM dapat menyiapkan tugas tindak lanjut dan konteks pelanggan yang siap untuk WhatsApp. Pengiriman pesan tetap harus dikontrol dengan hati-hati agar tim tidak salah menyerang pelanggan.
# Data apa saja yang dibutuhkan dari AutoCount?
Biasanya catatan pelanggan, riwayat faktur, riwayat produk/kategori, tanggal pemesanan terakhir, nilai penjualan, perilaku pembayaran, dan pemetaan pemilik penjualan.
# Apa yang harus kami audit terlebih dahulu?
Mulailah dengan satu kelompok pelanggan: pelanggan teratas, pelanggan tidak aktif, pembeli berulang, debitur, atau segmen kategori produk. Periksa apa yang dilakukan tim sekarang dan tindak lanjut apa yang harus dilakukan secara otomatis.
- Petakan Tindak Lanjut Pelanggan Saya*